Rencana AS Alihkan Aset Iran yang Dibekukan ke Sekutu Teluk: Perdamaian Wilayah Kian Jauh dari Jangkauan

(SeaPRwire) –   By: Marcus Sterling

Tehran menuntut akses penuh ke asetnya yang dibekukan sebagai syarat mutlak perjanjian damai permanen dengan Washington. AS terus menolak tuntutan itu sampai sekarang. Trump kerap menyalahkan Obama yang dianggap mengirim miliaran dolar uang tunai ke Iran lewat kesepakatan 2015 yang dia cabut saat jabatan pertamanya. Ketegangan di wilayah Teluk memanas sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Menurut laporan Bloomberg dan CBS News, pemerintahan Trump sekarang berencana mengalihkan aset Iran yang dibekukan untuk perbaikan infrastruktur energi dan lainnya di negara Arab Teluk yang jadi basis militer AS. Infrastruktur itu rusak akibat serangan balasan Tehran. Menteri Keuangan Scott Bessent perintahkan stafnya menilai total kerusakan di negara sekutu AS di Teluk Persia sejak konflik dimulai. Pihaknya juga akan pertimbangkan pakai aset itu untuk tanggung kerusakan lama yang dituduhkan disebabkan kelompok pendukung Iran. Kementerian Keuangan AS berencana pakai “semua wewenang yang tersedia” untuk realisasikan rencana ini.

Sebelum gencatan senjata perantara Pakistan berlaku pada April lalu, serangan balasan Iran sudah merusak fasilitas energi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Israel sempat serang lapangan gas alam terbesar dunia di South Pars pada pertengahan Maret, membuat produksi gas Iran turun 12%. Langkah AS ini akan membuat Tehran menutup total pintu perundingan damai, risiko ketegangan baru di wilayah Teluk akan melonjak dalam waktu dekat.

Author bio: Marcus Sterling, Peneliti Senior di think tank strategis independen Eropa yang fokus kajian geopolitik Timur Tengah selama 12 tahun.