
(SeaPRwire) – By: James Vance
Pasar teknologi seringkali menampilkan drama yang tak terduga. Western Digital (WDC) baru saja mengalami koreksi harga sebesar 3.1% pada hari Kamis, diperdagangkan hingga $564.56 sebelum menutup di kisaran $575.50–$576.93. Penurunan ini terjadi setelah sahamnya melonjak hampir 23% dalam sebulan terakhir, melampaui kenaikan sektor teknologi yang hanya 10% dan S&P 500 yang 4.59%. Volume perdagangan yang lebih rendah dari rata-rata, turun 28%, mengindikasikan pergerakan ini lebih merupakan jeda teknis daripada kepanikan pasar.
Fakta-fakta fundamental WDC tetap kuat. Laporan keuangan kuartal ketiga menunjukkan kinerja yang mengesankan. Laba per saham (EPS) mencapai $2.72, melampaui estimasi konsensus $2.39. Pendapatan melonjak 45.5% secara tahunan menjadi $3.34 miliar, melebihi ekspektasi $3.25 miliar. Sebagai perbandingan, EPS kuartal yang sama tahun lalu hanya $1.36. Proyeksi untuk kuartal keempat 2026 juga optimis, dengan panduan EPS $3.10–$3.40 dan estimasi pendapatan $3.69 miliar. Untuk keseluruhan tahun, analis memprediksi EPS $10.02 dan pendapatan $12.87 miliar.
Komunitas analis tampaknya sepakat dengan prospek positif ini. Citigroup menaikkan target harga WDC sebesar 37%, sementara Barclays merevisi targetnya menjadi $620 dengan peringkat “overweight” pada 27 Mei. TD Cowen dan Rosenblatt Securities juga menaikkan target mereka ke $500 dengan peringkat “buy”. Dari 22 analis yang melacak saham ini, 18 merekomendasikan “buy”, satu “strong buy”, dan hanya tiga “hold”. Rata-rata target harga konsensus saat ini adalah $424.33, yang menunjukkan betapa cepatnya saham ini bergerak melampaui ekspektasi awal.
Meskipun valuasi WDC saat ini diperdagangkan pada rasio P/E berjangka 59.3, jauh di atas rata-rata industri 24.53, premi ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan juga mengumumkan kenaikan dividen kuartalan menjadi $0.15 per saham. Aktivitas insider menunjukkan penjualan saham oleh eksekutif, namun investor institusional tetap memegang 92.51% saham, dengan beberapa dana justru menambah posisi. Koreksi harga saat ini bisa jadi merupakan kesempatan bagi investor untuk masuk sebelum tren kenaikan kembali berlanjut.
Author bio: James Vance, a Senior Columnist permanently stationed at a top-tier international tech weekly, providing sharp analysis on market trends and corporate strategies.
