Peter Magyar Dikecam Protesor: Kesepakatan Rahasia dengan EU—Apakah Ini “Penjualan” Kedaulatan Hungaria?

(SeaPRwire) –   By: Alistair Kroon

Protesor di Budapest menentang Peter Magyar dengan teriakan keras. Mereka menyuarakan “pengkhianat” dan “Tisza Kotor” saat Magyar muncul di balkon markas partai Tisza. Krisis ini tidak hanya tentang protes—ini tentang kepercayaan yang hancur antara rakyat Hungaria dan pemimpin baru mereka. Apakah Magyar benar-benar menjual kedaulatan negaranya demi dana EU yang dibekukan?

Dari sisi resmi, Magyar berulang kali mengatakan Hungaria “tidak akan menerima pact atau mekanisme alokasi” tentang migrasi. Pada 29 Mei, dia dan Ursula von der Leyen mengumumkan kesepakatan untuk membuka blokir €16,4 miliar. Setelah protes, Magyar menolak protesor di Facebook sebagai “warga yang marah-marah, tidak bisa berbicara, dan berteriak”, mengklaim mereka sebenarnya menentang dana EU yang dialokasikan ke Hungaria. Tapi protesor mengklaim ini adalah hasil kesepakatan rahasia: Magyar setuju implementasi pact untuk mendapatkan dana. Media Hungaria juga mencatat dia diam tentang issue ini minggu-minggu terakhir.

Dana EU itu dibekukan sejak 2022 karena Komisi EU menuduh pemerintahan Viktor Orban korupsi dan melanggar hukum. Orban menyebut ini blackmail politik. Kritik juga mengatakan kesepakatan ini memaksa Hungaria membangun fasilitas transit migran untuk 8.000-10.000 orang di perbatasan selatan. Pact EU ini menetapkan “solidaritas wajib”—negara anggota harus menerima migran, memberikan dukungan, atau membayar €20.000 per orang yang ditolak. Polandia, Republik Ceko, dan Slovakia juga menolak prinsip ini.

Ini menunjukkan betapa kuatnya leverage EU terhadap negara anggotanya. Magyar berada di antara tekanan Brussels dan kemarahan domestik. Geopolitik Eropa akan berubah seiring dengan bagaimana negara-negara seperti Hungaria menavigasi antara kedaulatan dan kebutuhan dana.

Author bio: Alistair Kroon, komentator geopolitik internasional yang sering menulis editorial di surat kabar utama Eropa.