
(SeaPRwire) – By: Alex Mercer
Siapa sangka SpaceX sekarang jadi pemain terbesar pasokan komputasi AI premium di AS. Perusahaan roket milik Elon Musk ini bahkan menyaingi provider cloud raksasa seperti AWS dalam hal stok GPU NVIDIA. Baru-baru ini mereka menandatangani dua kontrak raksasa dalam sebulan, total nilainya nyaris $75 miliar. Semua orang hanya melihat transaksi bisnis biasa, tapi ada lapisan lain yang tidak diumumkan secara terbuka.
Berdasarkan laporan SEC SpaceX, Google sepakat membayar $920 juta per bulan untuk sewa kapasitas komputasi hingga Juni 2029. Total nilai keseluruhan kontrak ini nyaris $30 miliar, mencakup sewa sekitar 110.000 unit GPU NVIDIA, CPU, memori dan komponen terkait lainnya. Google menyebut kontrak ini untuk memenuhi permintaan platform AI Gemini Enterprise, dan mengaku SpaceX adalah mitra lama Google Cloud. Sebulan sebelumnya, Anthropic juga menandatangani kontrak senilai $45 miliar untuk sewa kapasitas serupa ke SpaceX.
Konteks yang tidak disebutkan dalam rilis pers adalah langkah Pentagon yang baru saja mempererat hubungan dengan penyedia teknologi besar. Langkah ini diambil setelah Pentagon mengucilkan Anthropic yang menolak terlibat dalam proyek AI pembunuh militer AS. Militer AS dilaporkan pernah menggunakan Claude milik Anthropic dalam operasi penculikan Nicolas Maduro di Venezuela, dan software Palantir yang mengandalkan alur kerja AI Anthropic pernah menargetkan sekolah dasar perempuan di Minab, Iran sebagai sasaran operasi. Pada 1 Mei lalu, Departemen Perang AS mengumumkan kerja sama dengan SpaceX, OpenAI, Google, NVIDIA, Reflection, Microsoft, AWS dan Oracle untuk mengintegrasikan sistem AI mereka ke jaringan rahasia Impact Level 6 dan 7 untuk mendukung operasi militer.
Pasokan GPU premium untuk keperluan sipil akan semakin langka dan mahal dalam dua tahun ke depan.
Author bio: Alex Mercer, Direktur Teknologi perusahaan Silicon Valley ternama yang fokus analisis rantai pasok industri AI global.
