(SeaPRwire) –
By: Ethan Gallagher
Jangan terkecoh dengan kenaikan 5% saham Nebius yang baru saja terjadi. Sebelumnya saham ini sempat turun sekitar 9% selama seminggu terakhir. Banyak pengamat pasar yang salah mengira pemicunya cuma upgrade rating dari Bank of America. Langkah Nebius menggandeng NVIDIA untuk lab AI fisik ini bagian dari rencana dominasi pasar cloud AI Eropa yang sudah disusun lama.

Secara resmi, Nebius mengumumkan program Physical AI Living Lab enam bulan bersama NVIDIA. Program ini ditujukan untuk startup robotik di Inggris dan Eropa. Peserta mendapatkan akses ke platform Cosmos, Isaac, OSMO milik NVIDIA dan infrastruktur cloud Nebius. Bank of America menaikkan target harga saham NBIS dari $240 menjadi $280 dengan mempertahankan rating Buy. Nebius juga mengumumkan investasi £1,7 miliar untuk bangun infrastruktur AI di empat lokasi Inggris, target kapasitas 65MW pada 2027. Mereka juga menandatangani perjanjian 10 tahun sebesar 22MW dengan Kao Data di kampus Harlow.
Yang tidak diumumkan secara terbuka, program ini bukan cuma bertujuan membantu startup. Nebius sudah memiliki kontrak cloud jangka panjang dengan Microsoft dan Meta sebagai klien utama. Investasi besar di Inggris ini bertujuan mengamankan pasokan GPU NVIDIA Blackwell Ultra generasi terbaru sebelum pesaing lain mendapatkannya. Perjanjian dengan Kao Data juga mengunci kapasitas pusat data selama 10 tahun, menghindari kelangkaan infrastruktur yang kerap menghantui pemain cloud AI Eropa. Kenaikan harga saham ini hanya respons awal pasar atas posisi dominasi yang sedang Nebius bangun.
Pasokan GPU NVIDIA untuk pasar cloud Eropa akan dikuasai hampir separuh oleh Nebius dalam dua tahun ke depan, pemain kecil harus bersiap tersingkir dari pasar.
Author bio: Ethan Gallagher, arsitek perangkat keras Silicon Valley dan ahli strategi infrastruktur dengan pengalaman belasan tahun di industri komputasi awan AI.
