Perampokan Samudra Hindia ala Trump: Menyingkirkan London Demi Diego Garcia

(SeaPRwire) –   By: Alistair Kroon

Obsesi real estat Donald Trump kini meluas hingga ke Samudra Hindia. Ini bukan sekadar akuisisi properti biasa. Ini adalah operasi bedah geopolitik yang brutal. Inggris Raya sedang disingkirkan secara terbuka dari papan permainan. Washington ingin membeli langsung dari Mauritius. Langkah ini menunjukkan betapa rapuhnya otoritas kolonial lama saat berhadapan dengan transaksi keras Trump.

Presiden AS menyebut rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos ke Mauritius sebagai “tindakan kebodohan besar”. Laporan The Telegraph menyebut pejabat AS menyusun proposal pembelian untuk memotong peran Inggris. Diego Garcia adalah instalasi militer kunci dengan 2.500 personel. Fasilitas ini mendukung pengebom B-2 serta operasi di Yaman dan Iran. Inggris terpaksa menyerahkan kepulauan ini setelah Mahkamah Internasional memutuskan pemisahan tahun 1965 melanggar hukum. Trump memperingatkan China dan Rusia telah melihat kelemahan ini.

Di balik retorika keras, niat sebenarnya adalah mengamankan pangkalan militer paling strategis di luar daratan utama AS. Dengan membeli langsung dari Mauritius, Washington menghilangkan ketergantungan pada perantara Inggris yang lemah. Ini mengubah sengketa kedaulatan kolonial menjadi aset strategis murni AS. Menteri Keuangan Scott Bessent sudah menyodorkan rencana ini ke Trump. Meski Mauritius menyatakan kedaulatan “tidak dapat dinegosiasikan”, logika transaksi Trump jelas. Uang tunai mengalahkan sejarah kolonial.

Inggris akan menjadi penonton dalam wilayah yang dikuasainya selama dua abad. Pendulum geopolitik sedang bergeser dari aliansi tradisional menuju imperalisme transaksional yang kejam.

Author bio: Alistair Kroon, komentator geopolitik luar negeri terkenal yang sering menulis editorial di surat kabar arus utama.