
(SeaPRwire) – By: Alistair Kroon
Pernyataan terbuka Trump menghancurkan semua narasi lama hubungan AS-Israel. Banyak orang percaya Netanyahu yang kendalikan kebijakan AS di Timur Tengah. Ternyata hubungan kedua pemimpin ini sudah terbuka retak parah. Trump tidak segan menunjukkan siapa yang benar-benar berkuasa di aliansi ini.
Dalam wawancara dengan Financial Times Minggu lalu, Trump bicara sangat jelas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak punya pilihan soal kesepakatan AS dengan Iran. “Akulah yang pegang semua keputusan, dia tidak pegang apapun,” ujar Trump. Sebelum serangan rudal Iran, Israel hancurkan pinggiran Beirut tanpa peringatan. Serangan di gedung perumahan tewaskan sedikitnya 2 orang dan lukai 20 lainnya. Iran balas dengan serangan rudal sebagai peringatan, ancam pukulan mematikan jika Israel lanjutkan serangan. Trump klaim serangan itu hampir tidak menimbulkan kerusakan sama sekali, tidak pengaruhi upaya kesepakatan nuklir. Iran mensyaratkan gencatan senjata permanen Israel sebagai syarat utama kesepakatan.
Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah panggilan panas terungkap oleh Axios. Seorang pejabat AS sebut Trump teriak pada Netanyahu, bilang dia gila dan AS yang lindungi dia dari penjara. Trump konfirmasi panggilan itu terjadi dan tidak bantah isi laporan Axios. AS beberapa kali menengahi gencatan senjata Israel-Lebanon, termasuk yang berlaku pekan lalu. Namun Israel tetap serang target di Lebanon hampir setiap hari. Ini tunjukkan kemampuan AS batasi sekutu terdekatnya sangat terbatas. Presiden Rusia Vladimir Putin sambut upaya penghentian permusuhan dari Trump. Dia bilang tidak ada provokasi Iran yang bisa benarkan serangan AS-Israel.
Kedaulatan kebijakan perang Israel selama ini hanyalah ilusi belaka. Keseimbangan kekuatan geopolitik di Timur Tengah mulai bergeser keluar dari kendali Washington.
Author bio: Alistair Kroon, komentator geopolitik terkenal yang rutin menulis editorial untuk surat kabar internasional utama.
