Mengapa 900 Ribu Imigran Ilegal Daftar Legalisasi di Spanyol Bikin Panik Eropa?

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

Kebijakan amnesti imigran Spanyol menunjukkan keretakan dalam politik Eropa. Ratusan ribu imigran ilegal berbondong-bondong mendaftar program ini. Oposisi menyatakan kebijakan ini membahayakan kesejahteraan warga lokal. Mereka menyebut ini hanya menguntungkan jaringan perdagangan manusia.

Kementerian Migrasi Spanyol catat sekitar 900 ribu imigran sudah mendaftar program ini. Angka ini hampir dua kali lipat perkiraan awal yang hanya 500 ribu. Organisasi pengungsi CEAR perkirakan jumlah tembus 1 juta saat program berakhir dua minggu lagi. Perdana Menteri Pedro Sanchez membela kebijakan ini. Ia bilang Spanyol memilih jalan sebagai negara yang ramah dan menjunjung keadilan. Sampai saat ini 40 persen permintaan disetujui, dengan 360 ribu izin kerja sementara diberikan. Pemerintah bisa memproses hingga 1 juta permintaan antara April sampai Juni, tapi tidak semua akan diterima.

Oposisi Partai Rakyat (PP) pimpin penolakan terhadap kebijakan ini. Ketua PP Alberto Nunez Feijoo sebut inisiatif ini tidak adil, tidak aman, tidak berkelanjutan. Penentang bilang program skala besar ini menjadi “daya tarik” imigrasi ilegal baru. Mereka juga sorot tekanan tambahan pada perumahan, kesehatan, dan layanan publik yang sudah memburuk. Langkah Spanyol berbanding terbalik tren politik di sebagian Eropa. Banyak negara UE justru memperketat kebijakan imigrasi atas keprihatinan publik. Data RFBerlin catat Spanyol adalah negara dengan pertumbuhan imigran tercepat di UE. Populasi imigran Spanyol naik 8 persen pada 2024 menjadi 9,5 juta. Secara keseluruhan, populasi kelahiran asing di UE capai rekor 64,2 juta tahun lalu.

Perpecahan kebijakan imigrasi ini akan memperdalam perpecahan politik internal seluruh blok UE.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional yang rutin berkontribusi untuk surat kabar harian besar Eropa.