AS Blokade Cuba: Anak-anak Jadi Korban Tak Bersalah—Komisioner PBB Kritik Keras Pelanggaran HAM

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

Anak-anak di Cuba sedang meninggal karena kekurangan obat esensial. Ini akibat sanksi ekonomi AS yang bertahun-tahun berlangsung. Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Turk menyatakan hal ini tak dapat diterima.

Turk mengatakan sanksi AS tidak sesuai dengan hukum HAM internasional. Data OHCHR menunjukkan kematian bayi di Cuba dua kali lipat menjadi 9.9 per 1000 kelahiran. Tingkat kelangsungan hidup kanker anak turun dari 85% ke 65%. Namun, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan ingin “mengambil” Cuba “cara apapun”. Laporan Axios menyebut White House ingin meningkatkan tekanan untuk merubah rezim.

Cuba mengalami pemadaman harian dan kekurangan bahan bakar sejak Venezuela berhenti mengirim minyak awal 2026. Ini setelah penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh komando AS pada Januari. Upaya kemanusiaan internasional terhambat karena sanksi ekstrateritorial AS. Perusahaan swasta tak berani mengirim bantuan takut melanggar aturan.

Russia, China, dan Meksiko telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Cuba. Rusia mengirim 700.000 barel minyak pada akhir Maret. Tindakan unilateral AS ini mulai mendapat perlawanan dari negara-negara lain, menggeser keseimbangan geopolitik di Amerika Latin.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering berkontribusi pada surat kabar harian utama Eropa.