Investasi US$15 Juta ROMA ke BlueFlare Bongkar Kelemahan Besar Industri Pusat Data AI yang Jarang Dibicarakan

(SeaPRwire) –

By: Ethan Gallagher

Saya bekerja sebagai arsitek perangkat keras infrastruktur di Silicon Valley selama lebih dari 10 tahun. Hambatan terbesar ekspansi pusat data AI saat ini bukan kurangnya permintaan. Hambatan itu justru ketersediaan listrik dan kecepatan penyambungan daya. Kebanyakan pengembang besar hanya fokus proyek berskala besar di atas 10 MW. Mereka benar-benar meninggalkan segmen di bawahnya yang banyak tidak terlayani.

Pada 15 Juni 2026, ROMA Green Finance mengumumkan surat niat non-mengikat. Perusahaan akan membeli 5% saham BlueFlare Group Holdings dengan nilai total US$15 juta. Ini adalah investasi pertama ROMA di vertikal infrastruktur AI/HPC yang baru didirikan pada 12 Juni 2026. Dana investasi ini nantinya akan dipakai BlueFlare untuk membiayai pembangunan proyeknya. Salah satu proyek yang akan dijalankan adalah situs HPC 10 MW untuk AVAX One.

ROMA tahu dengan jelas proyeksi industri pusat data global. Investasi kumulatif infrastruktur pusat data sampai 2030 diproyeksikan melebihi US$3 triliun. Kapasitas daya pusat data bisa naik dua kali lipat menjadi sekitar 200 gigawatt di tahun yang sama. BlueFlare menawarkan solusi pusat data terdistribusi di bawah 10 MW dengan pembangkit gas alam di lokasi. Model ini tidak bergantung jaringan listrik umum, bisa beroperasi jauh lebih cepat daripada proyek konvensional. Perusahaan juga berencana membangun portofolio pusat data mini di dekat sumber gas alam tidak terpakai di Kanada Barat.

Segmen pusat data sub-10 MW akan menjadi medan perang baru pemain infrastruktur global dalam tiga tahun ke depan. Pengembang yang tidak memiliki solusi penyediaan daya mandiri akan tersingkir dari pasar.

Author bio: Ethan Gallagher, arsitek perangkat keras Silicon Valley dan ahli strategi infrastruktur dengan pengalaman lebih dari 1 dekade.