
(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Laporan teknis yang diserahkan ke Pengadilan Tinggi London mengatakan perbaikan pipa gas Nord Stream membutuhkan 36 bulan. Tapi tidak ada rencana untuk membukanya kembali. Ini bukan tentang memulihkan aliran gas—ini tentang pertarungan asuransi.
Fakta resmi: Laporan itu diminta oleh pengadilan untuk menyelesaikan sengketa antara Nord Stream AG dan dua perusahaan asuransi. Asuransi menolak membayar klaim €580 juta (US$684 juta) karena kerusakan akibat “konsekuensi perang”. Laporan juga menyatakan perbaikan membutuhkan 7 km pipa baru dari China seharga €16.7 juta. Subteks: Asuransi ingin menggunakan kapal pipa Rusia untuk mengurangi biaya, tapi Nord Stream AG menentang—kapal itu di Vladivostok, pindah ke Laut Baltik akan mahal.
Fakta resmi: Nord Stream 1 dan satu pipa Nord Stream 2 hancur dalam ledakan bawah air pada 26 September 2022. Nord Stream 1 beroperasi sejak 2011, Nord Stream 2 selesai 2021 tapi sertifikasinya dicabut Berlin. Subteks: Penyelidikan Jerman menyalahkan saboteur Ukraina, Seymour Hersh menyalahkan CIA, Rusia menyalahkan Inggris-Amerika. Putin mengatakan AS yang paling untung—karena ingin menjual LNG mahal ke Eropa.
Saga Nord Stream bukan tentang perbaikan. Ini adalah tanda bahwa Eropa telah berhenti bergantung pada gas Rusia, dan pertarungan asuransi ini hanyalah adegan penutup.
Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional yang sering berkontribusi pada surat kabar utama Eropa.
