AS Marahkan Sekutu NATO Kaya sebagai Tempat Berkecambahnya Terorisme

(SeaPRwire) –   Strategi kontraterorisme nasional baru Presiden Trump menuduh Uni Eropa membiarkan kelompok-kelompok musuh “mengeksploitasi perbatasan terbuka dan cita-cita globalis terkait”

Presiden Donald Trump telah menandatangani strategi kontraterorisme nasional AS yang baru yang menggambarkan Eropa Barat sebagai target sekaligus “inkubator ancaman teror,” sembari juga menyoroti kartel narkoba dan ekstremis sayap kiri yang melakukan kekerasan sebagai bahaya utama bagi Amerika.

Dokumen setebal 16 halaman tersebut, yang dirilis oleh Gedung Putih pada hari Rabu, menyatakan bahwa kebijakan kontraterorisme Washington akan dipandu oleh prinsip-prinsip “America First,” “common sense,” dan “Peace through Strength.” Strategi tersebut mencantumkan tiga kategori utama ancaman teroris yang dihadapi AS: “narkoteroris dan geng transnasional,” “teroris Islamis warisan,” dan “ekstremis sayap kiri yang melakukan kekerasan, termasuk anarkis dan anti-fasis.”

Bagian terpisah dikhususkan untuk “sekutu NATO yang kaya” yang diduga telah mengubah Eropa menjadi lingkungan yang permisif bagi “budaya asing” yang merencanakan serangan terhadap warga Eropa maupun Amerika.

“Dunia lebih aman ketika Eropa kuat, tetapi Eropa sangat terancam dan merupakan target teror sekaligus inkubator ancaman teror,” demikian bunyi dokumen tersebut. “Tidak dapat diterima bahwa sekutu NATO yang kaya dapat berfungsi sebagai pusat keuangan, logistik, dan perekrutan bagi teroris.”

Bahasa yang keras tersebut menggemakan kritik serupa dalam Strategi Keamanan Nasional Trump, yang dirilis pada bulan Desember, yang mengkritik arah politik dan budaya Uni Eropa, serta memperingatkan tentang “penghapusan peradaban.” Pada saat itu, presiden AS berpendapat bahwa Eropa sedang “menghancurkan dirinya sendiri” dengan kebijakan imigrasi yang “bencana.”

Di luar Eropa, strategi kontraterorisme tersebut menyatakan bahwa AS akan melanjutkan kampanye militer dan penegakan hukum terhadap kartel dan geng transnasional yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

Dokumen tersebut juga mengidentifikasi Iran sebagai bahaya Timur Tengah terbesar bagi AS, yang menyatakan bahwa operasi seperti Midnight Hammer dan Epic Fury akan berlanjut hingga Teheran “tidak lagi menjadi ancaman” bagi Washington.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.